Pernah mengalami ucapan di ujung lidah? Inilah penyebabnya

aduuuh.. itu loh, apasih hmmm…itu tuuuu, aduuuh susah banget si jelasinnya, padahal udah di ujung lidah!

Pernah merasakan hal seperti itu? Atau pernah melihat kenalan kamu kaya gitu? Mungkin sebagian dari teman-teman belum mengetahui penyebab atau asal muasal dari kata-kata “di ujung lidah”, di kepala si udah kebayang jelas mau bilang apa, kata-katanya ada di ujung lidah tapi susah banget diucapin, naaah mari kita bahas.

Di ujung lidah atau tip of the tongue (TOT) adalah peristiwa ketika kita tidak bisa mengingat sesuatu tetapi merasa bahwa kita berada di ambang mengingat hal tersebut (Passer & Smith, 2009).

Peristiwa ini sangat lazim dialami oleh seseorang, orang yang mengalami TOT, biasanya akan menjawab huruf depannya saja, atau belakangnya, atau silabel nya saja. Contoh : teman- teman ingin menjawab “Big Hero 6”, ketika mengalami TOT teman-teman hanya akan bisa menjawab “Big” atau “Hero” atau “6”, bahkan bisa saja menjawab “itu loh yang robot gendut warna merah”. Apapun jawabannya, orang yang mengalami TOT akan memberikan jawaban yang tidak terlalu jauh dengan jawaban yang benar. Berbeda dengan orang yang tidak tahu sama sekali tapi berusaha menjawab. Kenapa hal tersebut bisa terjadi?

Fenomena TOT telah banyak dipelajari oleh ahli psikologi dunia, khususnya yang mempelajari tentang memori semantik. Memori semantik ialah memori yang terdiri dari berbagai informasi yang tersimpan pada memori jangka panjang. Ada 3 penyebab terjadinya TOT, yaitu :

  1. Retrieval blocking, yaitu adanya persamaan kata atau suatu item yang ingin kita katakan. seperti, ingin mengatakan capung terbang, tapi menjadi cupang terbang.
  2. Incomplete activision, yaitu ketidak aktifan memori seseorang tentang suatu item maka akan sulit menjawab.
  3. Missing link, yaitu penyimpanan informasi yang dari awal tidak lengkap. Maka saat pemanggilan informasi tersebut juga tidak bisa diingat dengan baik.

Sumber : Tip of The Tongue (di ujung lidah)

Advertisements

Benarkah memaafkan lebih mudah daripada melupakan?

teman-teman pernah dong ngerasa kesel banget sama seseorang, sampe inget banget dengan kesalahannya sama kita. Terus, dimaafin gak? “boro-boro mau maafin, ngelupain kesalahannya aja gak bisa” kira-kira itulah yang sering dikatakan kalo mau maafin kesalahan seseorang, atau mungkin pernah ada yang bilang “udahlah, lupain aja kesalahannya”, tapi tetep aja ya keinget terus sama kesalahnnya dan bikin hati gondok banget. Ini sering banget terjadi loh teman-teman, terutama di kalangan para wanita, hehe…

Ada yang pernah denger istilah “Memaafkan itu lebih mudah daripada melupakan” bahkan di dalam keseharian kita sering begitu looh, “maafin mah gampang, lupain kesalahannya yang susah” terus selama inget terus sama kesalahannya, gak dimaafin dong? memangnya kalo memaafkan itu harus melupakan ya?

Memaafkan dan melupakan memang memiliki keterkaitan. Naaah, inilah yang perlu temen-temen pahami dulu. Temen-temen harus benar-benar memahami apa yang dirasakan untuk bisa memaafkan dan melupakan.

Saat perasaan temen-temen tersakiti, yang biasanya terjadi adalah bereaksi keras, tapi sebenarnya reaksi tersebut nggak baik loh untuk hubungan temen-temen. Meredakan amarah atau emosi yang bergejolak sebelum memberikan maaf akan lebih membantu temen-temen untuk melupakan. Karena kalau temen-temen langsung memberikan maaf tanpa memberikan kesempatan kepada diri sendiri untuk mengeluarkan rasa frustasi, temen-temen akan susah untuk melupakan kesalahan yang dilakukan.

Bagi sebagian orang mengatakan maaf merupakan hal yang cukup sulit, tetapi sebenarnya ini merupakan hal yang termurah untuk mendapatkan hasil yang termahal, yaitu berupa hubungan baik. Dibutuhkan jiwa yang lebih kuat looh untuk mengakui kesalahan, menyadari pentingnya arti kesalahan dan mengambil pelajaran dari kesalahan itu. Makanya untuk temen-temen yang menyadari akan kesalahannya itu termasuk orang yang sudah mengerti hakikat kemanusiaannya, ialah manusia yang berbudi pekerti.

Naaah, supaya temen-temen lebih memahami dua hal yang saling berkaitan ini, yuk kita simak penjelasan berikut ini…

 

Memaafkan

Memaafkan berarti melepaskan sakit hati, kekesalan. kekecewaan, dan sejenisnya di masa lalu. Walaupun memaafkan tidak mengubah masa lalu, tetapi ingat ya teman-teman memaafkan itu memperluas masa depan. Siapa tahu orang yang pernah punya masalah dengan kita justru akan menjadi mitra kerja atau pertemanan dan persaudaraan yang penting.

Memaafkan itu sebenarnya untuk kepentingan kita looh, bukan demi dia, karena kita sendiri yang akan merasakan manfaatnya, yaitu berupa ketenangan batin. Gak enak kan kalo hati gondok terus karena belum bisa memaafkan.

Lebih baik memaafkan daripada menyalahkan atau menghakimi. Walaupun kita tahu bahwa seseorang itu bersalah, tetapi kita harus pandai-pandai bersikap. Kalau teman-teman mau memberitahukan kesalahan orang tersebut, harus sangat dijaga ya penyampaiannya, jangan sampai menyinggung perasaannya. Tetapi kalau tidak mengetahui kesalahan dan permasalahannya, ya teman-teman tidak perlu menyalahkan atau menghakimi.

 

Sulitnya melupakan 

Banyak orang takut untuk memaafkan orang lain, karena seolah-olah mereka harus mengingat kejadian di masa lalu atau tidak mau mengambil pelajaran dari situ. Padahal memaafkan itu berarti membuang ingatan buruk di masa lalu. Semoga teman-teman termasuk di dalam pribadi yang pemaaf yaa…

 

Kalo ada kejadian yang sangat menyakitkan hati, yang menyinggung perasaan, yang membuat harus menangis berhari-hari, yang membuat malu, yang sangat membekas di hati, dan lain sebagainya.

Pokonya semua hal yang menyakitkan hati, yang mungkin sudah terlalu dalam tertanam di hati, rasanya memang sulit untuk dilupakan. Bisa aja seseorang minta maaf sama temen-temen tanpa henti dan bahkan kalo temen-temen maafin mereka, kadang-kadang temen-temen gak bisa melupakan rasa sakit hati yang mereka perbuat. Itu manusiawi sekali ko teman-teman.

Tidak ada satu orang pun yang ingin memiliki kenangan pahit. Tapi apa manfaatnya sih kalo harus diingat terus, malahan bisa menambah sakit hati atau bahkan menyebabkan timbulnya rasa dendam. Untuk apa juga memelihara penderitaan, mendingan dibuang jauh-jauh. Masih banyak hal-hal lain yang perlu dipikirkan, diperhatikan dan dikerjakan temen-temen.

So, lepaskanlah temen-temen. Dengan perasaan yang rela melepaskan semua kenangan pahit, maka hati akan menjadi tidak terbebani. Jiwa akan menjadi lebih sehat.

Satu hal lagi yang penting  nih temen-temen, cobalah mengerti perasaan orang yang sudah melukai hati. Coba bicarakan kenapa dia bisa melakukan hal tersebut. Memberikan kesempatan untuk menjelaskan apa yang terjadi dari sisi yang berbeda akan membuat temen-temen lebih mudah mengerti kenapa hal tersebut bisa mereka lakukan. Malah bisa jadi hanya sebatas kesalahpahaman atau mereka nggak menyakiti hati temen-temen dengan sengaja.

Ingat!!..Aspek penting dalam memaafkan dan melupakan adalah menghargai hubungan temen-temen dengan orang tersebut adalah lebih tinggi dibanding apa yang temen-temen anggap benar. Temen-temen bisa saja benar, tapi menjadi pihak yang benar pastinya nggak seberharga hubungan yang temen-temen miliki looh.

Memaafkan dan melupakan adalah hal pribadi. Coba untuk memaafkan dengan dasar mengerti apa yang kamu rasakan dan dia rasakan, menurunkan emosi sebelum bereaksi, dan menghargai hubunganmu agar bisa benar-benar melupakan dan memaafkan serta menerima permintaan maaf dengan hati yang terbuka.

So, kita sudah menjadi pribadi yang pemaaf kah? mari, bersama kami, analisa hati. Semoga bermanfaat

Sumber: berani memaafkan, tetapi sulit melupakan memaafkan sekaligus melupakan, bisakah?

 

Bagaimana Cinta Terbentuk?

teman-teman pasti udah pernah merasakan jatuh cinta doong, atau ada yang sekarang sedang merasakan cinta, atau sedang menjalin cinta? atau ada yang lagi bertanya-tanya sendiri, “ini cinta bukan si?”

Jadi, bagaimana kita tahu bahwa kita sedang jatuh cinta? Naaah, ternyata cinta itu ada teorinya loooh. Teorinya disebut dengan teori segitiga cinta, teori ini diperkenalkan oleh Robert Sternberg, yang mengidentifikasi tiga komponen cinta. Dari ketiga komponen itulah cinta terbentuk. Apa aja si komponennya, mari kita simak.

  • Keintiman (Intimacy)

Keintiman merupakan perasaan kedekatan, yang disebabkan adanya keterikatan dalam hubungan. Makanya kalo temen-temen lagi deket sama seseorang pasti ingin menjalin komunikasi yang hangat dan lembut, malah dibarengi dengan pertanyaan “udah makan belom?, gimana aja hari ini” nah, ini merupakan bentuk peduli pada seseoang yang dicintai, bahkan temen-temen pun mengharapkan hal yang sama dilakukan oleh si doi.

  • Gairah/hasrat (Passion)

Gairah/hasrat adalah keinginan terhadap aktivitas asmara, dan ketertarikan secara fisik. Yaaa, benerlah itu kata pepatah, dari mata turun ke hati, kalo liat cewe cantik pasti langsung melongo gak gak kedip-kedip, hehe…yang cewe-cewe kalo liat cowo cakep pasti langsung rempong, iya kaaan?

  • Komitmen (Commitment)

Komitmen mengarahkan pasangan memutuskan bahwa mereka sedang jatuh cinta dan ingin memelihara cinta itu. Tentunya berkomitmen untuk mengabadikan cinta dalam pernikahan yaa…

 

Di awal sebuah hubungan, biasanya akan diawalai dengan cinta penuh gairah yang begitu kuat. Kemudian secara bertahap gairah menurun dan tergantikan dengan keintiman dan kemudian komitmen, yang membentuk cinta sejati landasan bagi cinta sejati (companionate love), pertalian kasih sayang yang hangat dan penuh saling percaya.

Perlu temen-temen pahami, setiap aspek cinta berperan menjaga suatu hubungan. Biasanya, cinta awal dengan penuh gairah menjadi kemunginan apakah kedua pihak akan terus menjalin hubungan.

Kalo temen-temen menjalankan hubungan tanpa keintiman yang mendalam, sikap bersama dan tanpa penghargaan terhadap cinta sejati, maka biasanya jalinan asmara pada akhirnya putus.

Pasangan dengan keintiman yang mendalam dan secara konsisten mengungkapkan komitmennya, akan memiliki hubungan yang lebih berkualitas dan tahan lama. Inget ya temen-temen, hubungan yang langgeng butuh usaha dari kedua pasangan.

So, temen-temen yang sedang jatuh cinta atau yang sedang menjalin cinta, saat ini sedang berada di komponen cinta yang mana? mari bersama-sama analisa hati

Sumber:Laura E. Berk. (2012). Development Through the Lifespan,  Edisi Kelima.  Pustaka Pelajar.

 

 

Putus? Gak usah Move On

Dalam pertemanan, persahabatan atau bahkan bisnis serta pernikahan, ada kalanya kita konflik dengan partner kita. Itu wajar, sebab manusia pada dasarnya memiliki sifat yang berbeda-beda. Kalau kita belajar antropologi, kita tahu bahwa semakin beragam manusia, semakin punya potensi konflik besar. Namun, kalau kita bicara dalam hubungan antara dua orang, di mana dulunya adalah sahabat atau partner, namun kemudian konflik, bertengkar dan merasa yang satu berkhianat sehingga yang lain menjadi jengkel, ada sebuah nasihat yang pernah saya dengar dari seorang teman saya.

Hidup dan pertemanan itu ibarat sebuah tali yang kita pegang di ujung-ujungnya.
Ketika kita bertengkar, maka tali itu sama dengan kita putus.
Dengan putusnya tali itu maka kita bisa semakin jauh.
Namun, tali itu masih bisa disambung kembali….
itu kalau kita mau menyambungnya…
dan….
ketika kita menyambung tali itu…
apa yang terjadi?
Tali itu ternyata semakin pendek…
Setiap kali kita putus, namun kita sambung kembali, maka tali itu akan semakin pendek…
Menjadi pendek karena ada yang kita gunakan sebagai simpul talinya.
Semakin pendek, berarti semakin dekat jarak kita…
Semakin mengenal…
Semakin akrab…
Semakin tahu tentang teman kita…
Tapi…
kalau tali itu kita putus dan tidak kita sambung lagi…
maka akan putus selamanya.
Memang ketika sudah ada keretakan atau putus tali pertemanan, suasana menjadi tidak enak.
Ada kepercayaan yang dikhianati…
ada sifat yang tidak disuka yang membuat kita muak…
tapi…
pertemanan itu bukan mencari orang yang sama dengan kita.
Manusia itu berbeda-beda antara satu dengan yang lain…
Perbedaan itu dibuat oleh Yang Maha Kuasa agar manusia saling melengkapi…
Maka jalinlah pertemanan…
Ikat kembali tali yang telah putus…
maka akan makin dekat, makin dekat dan makin dekat…
hingga kita bisa rasakan pertemanan serta persahabatan yang sejati…
tanpa ada lagi ingin menuntut, tanpa ada lagi rasa ingin menguasai..
semua yang ada hanya untuk berbagi…
demi teman dan sahabat yang kita miliki…
dengan cinta…

Sumber: putus-sambung kembali